Hybrid Workshop Digital Twin for Health System Resilience

Rabu, 20 Desember 2023


Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM bekerja sama dengan Middlesex University UK, mengadakan Hybrid Workshop dengan judul Digital Twin for Health System Resilience Rabu, 20 Desember 2023. Acara ini dibagi menjadi 2 sesion, dimana sesi pertama di moderatori oleh dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D dan Dr. dr. Guardian Yoki Sanjaya, Mhlthinfo. Pembicara pertama yaitu Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH, memaparkan bagaimana dunia digital pada bidang kesehatan berubah semenjak pandemi COVID-19 berlangsung, pandemi COVID-19 memberikan stimulus pada sektor kesehatan bagaimana memutuskan keputusan secara cepat dan juga tepat, tentunya hal ini membutuhkan bantuan salah satunya menggunakan digital twin. Saat ini, Digital twin mampu mengoptimalkan sistem dan koordinasi tenaga kesehatan.

Selanjutnya Dr. Souvik Barat dari TCS research India melanjutkan pembahasan terkait perkembangan Digital Twin. Pengembangan Digtal Twin pada ekosistem kesehatan diantaranya perlu memprtimbangkan ketersediaan tenaga kesehatan, keberadaan pasien, dan sarana dan prasarana yang ada serta ketahanan kesehatan (regulasi, infrastruktur). Dr. Tuan Le dari Middlesex University menambahkan adanya manfaat yang luar biasa terhadap pengembangan Digital Twin pada tenaga kesehatan diantaranya dapat mengurangi waktu tunggu dan beban kerja di rumah sakit, memaksimalkan administrasi, dan memberikan keamanan lebih terhadap data tenaga kesehatan baik data masyarakat yang ada. Namadev B (Techy Geeks) memaparkan bagaimana Learning Management System pada tenaga berkembang pesat di asia pasifik sehingga ikut serta mempengaruhi adanya penurunan biaya kesehatan, mengurangi produktivitas serta omset sektor kesehatan, “adanya LMS membuat dunia kesehatan lebih fleksibel, terstandarisasi dan tersentralisasi” tambah Tuan Namadev.

Dr. Dinh Van Dzung (Vietnam National University) menambahkan warna pada diskusi kali ini dengan mengulik terkait Personalized Healthcare Platform. Personalized Healthcare Platform tidak hanya tentang digital platform tetapi bagaimana proses collecting data, pembuatan solusi, pengembangan big data dan terakhir bagaimana data-data yang ada dapat terintegrasi, hal ini tentu saja dapat dimaksimalkan adanya AI (artificial intelligence).
Sesi kedua dilanjutkan dengan beberapa Narasumber yang juga expert pada masing-masing bidang yaitu dr. Ahmad Hidayat (SATUSEHAT/ FORKOMTIKNAS); dr. Verry Adrian, M.epid (Dinkes DKI Jakarta); Purwadi Sujalmo, S.Kep., Ns., M.Kep., MN (RSA UGM) dan terakhir acara ditutup dengan Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc, Ph.D. (Direktur BPJS Kesehatan).
dr. Ahmad Hidayat menjelaskan secara rinci bagaimana kualitas data Sistem Informasi Kesehatan harus diterapkan, mengembangkan model evaluasi yang komprehensif serta monitoring dan evaluasi pasca implementasi oleh konsultan manajemen kesehatan. Penerapan SATUSEHAT saat ini belum mencapai 100 persen dengan rencana dan harapan yang dicanangkan oleh Kemenkes merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan tambah dr. Verry dan juga Purwadi Sujalmo. Last but not least.

Selanjutnya paparan Prof. Ali Ghufron mengenai pencapaian dan rencana BPJS saat ini dan kedepannya. Saat ini BPJS telah banyak bermitra dan terintegrasi dengan beberapa pihak. BPJS juga dalam tahap pengembangan open data for public dengan tujuan agar masyarakat indonesia memiliki akses langsung yang valid dan dapat dipercaya terkait isu isu kesehatan, namun hal ini memiliki tantangan dari segi etik, sosial dan moral yang masih menjadi tugas bagi BPJS beserta pemangku tanggung jawab lainnya. Acara ditutup dengan adanya kuis dan pemberian buku dari Prof. Ali Ghufron langsung, acara berjalan dengan lancar dan terkendali.